,

Perusahaan Sukanto Tanoto Mendukung Petani Sawit Meraih Sertifikasi ISPO

 

Source: Tribunnews

Royal Golden Eagle (RGE) yang didirikan oleh pengusaha Sukanto Tanoto dikenal sangat peduli terhadap kelestarian alam. Mereka membuktikannya dengan beragam cara. Salah satunya dengan memberi dukungan kepada petani kelapa sawit untuk meraih sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Berdiri dengan nama Raja Garuda Mas, RGE merupakan korporasi kelas internasional yang berkecimpung dalam industri sumber daya. Pendirinya ialah pengusaha Sukanto Tanoto yang kini duduk sebagai chairman.

Saat ini, ada berbagai bidang industri yang ditekuni oleh Royal Golden Eagle. Mereka berkecimpung di bidang kelapa sawit, selulosa spesial, viscose fibre, pulp and paper, serta pengembangan energi.

Dalam bidang kelapa sawit, mereka memiliki Asian Agri yang dikenal sebagai salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di Asia. Kapasitas produksi yang mencapai 1 juta ton per tahun merupakan salah satu buktinya.

Sebagai bagian dari RGE, Asian Agri juga menjalankan filosofi bisnis perusahaan yang dikenal sebagai prinsip 5C. Mereka dituntut untuk mampu memberikan manfaat, bukan hanya kepada perusahaan tetap juga ke pelanggan, masyarakat, negara, serta kepada bumi.

Poin yang disebut terakhir cukup menarik. Ini adalah tambahan dalam filosofi bisnis perusahaan yang dicanangkan oleh Sukanto Tanoto pada 2016. Ia prihatin melihat kerusakan lingkungan semakin parah. Padahal, kalau dibiarkan, kelangsungan hidup umat manusia pasti akan terganggu.

Tak mau hal tersebut terus terjadi, Sukanto Tanoto tergerak untuk berbuat sesuatu. Maka dihadirkanlah poin baru dalam filosofi bisnis Royal Golden Eagle terkait alam. Ia mengharapkan agar semua pihak di RGE aktif menjaga keseimbangan iklim dengan merawat lingkungan.

Hal ini akhirnya dijalankan dengan baik oleh perusahaan Sukanto Tanoto. Asian Agri termasuk di antaranya. Mereka selalu menjalankan operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di dalam perusahaannya.

Namun, Asian Agri tidak hanya membatasi upaya positif itu hanya di dalam internal perusahaan belaka. Mereka berupaya menyebarkan semangat untuk menjaga kelestarian alam kepada pihak lain.

Para petani kelapa sawit akhirnya dipilih sebagai target. Oleh Asian Agri, mereka diajak untuk menjalankan praktik berkelanjutan ketika mengelola perkebunan.

Dalam hal ini, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut berperan sebagai pendamping. Mereka mengajari, membimbing, dan membantu petani supaya bisa menjalankan budidaya kelapa sawit dengan ramah lingkungan.

Langkah itu sudah dijalankan oleh Asian Agri sejak lama. Buahnya mulai terlihat. Salah satunya prestasi yang digapai oleh Asosiasi Kelompok Tani Amanah yang berasal dari Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Mereka berhasil menjadi kelompok petani swadaya pertama yang meraih sertifikasi ISPO.

Kepastian itu diperoleh pada April 2017 lalu. Dalam acara International Conference on Indonesian Sustainable Palm Oil di Jakarta, Ketua Asosiasi Kelompok Tani Swadaya Amanah, Sunarno, menerima sertifikat ISPO. Tanda sertifikasi tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ir. Bambang, MM.

ISPO merupakan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk meningkatkan daya saing minyak kelapa sawit Indonesia di pasar dunia. Ini juga dilakukan untuk memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia untuk mengurangi gas rumah kaca serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan.

Pemerintah Indonesia membentuk ISPO pada tahun 2009. Dengan ini, pemerintah ingin memastikan memastikan bahwa semua pihak pengusaha kelapa sawit memenuhi standar pertanian yang diizinkan.

Pencanangan ISPO merupakan prestasi tersendiri bagi Indonesia. Ini adalah standar nasional minyak kelapa sawit pertama bagi suatu negara. Keberhasilan negeri kita akhirnya menginspirasi negara lain untuk mencoba  merupakan standar nasional minyak sawit pertama bagi suatu negara, dan negara lain kini mencoba untuk mengimplementasikan standar serupa di antara produsen minyak sawit.

BUKTI PERTANIAN BERKELANJUTAN

Source: Bisnis.com

Meraih sertifikat ISPO merupakan sebuah prestasi bagi Kelompok Tani Amanah. Ini artinya mereka berhasil menjalankan pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan. Sebab, tidak mudah untuk mendapatkan sertifikasi tersebut.

Ketika hendak mendapatkannya, petani mesti menjamin lahan bebas dari praktik negatif sejak mulai dibuka seperti bebas dari pembakaran lahan atau tidak merusak kawasan gambut. Sesudah itu, dalam perawatan kelapa sawit, petani mesti mau memerhatikan dampak lingkungan supaya tidak ada kerugian yang diperoleh alam dari perkebunan mereka.

Keberhasilan yang diraih oleh Kelompok Tani Amanah terasa semakin spesial karena mereka adalah petani swadaya. Berbeda dengan petani plasma, petani swadaya berdiri secara independen dan tidak memperoleh dukungan dari perusahaan inti. Alhasil, mampu memperoleh sertfikat ISPO tidak bisa dianggap sebagai prestasi sembarangan.

Tak mengherankan, Kelompok Tani Amanah merasa sangat senang. Seperti dilaporkan oleh Tribunnews.com, ketuanya, Sunarno, menyatakan kesuksesan kelompoknya sertifkasi ISPO diharapkan menjadi inspirasi bagi petani swadaya lainnya untuk memperoleh sertifikasi yang sama. Ia menyebutkan bahwa implementasi praktik-praktik perkebunan yang berkelanjutan akan membawa manfaat bagi para petani sawit swadaya.

Di balik kesuksesan yang diraih Kelompok Tani Amanah ternyata ada andil perusahaan Sukanto Tanoto. Asian Agri mendukung penuh upaya untuk mendapatkan sertifikat ISPO.

Tiga bulan sebelum mengajukan proses sertifikasi, Asian Agri secara khusus terus mendampingi Kelompok Tani Amanah. Mereka membagikan ilmu tentang perkebunan berkelanjutan dengan intens. Selama itu berbagai pertemuan dan seminar konsisten dilakukan agar petani benar-benar paham tata cara berkebun kelapa sawit yang benar.

Selain itu, Asian Agri juga mengajari para petani tentang manajemen perkebunan yang baik. Tujuannya supaya hasil kebun kelapa sawit mereka bisa optimal.

Berkat dukungan maksimal tersebut, evaluasi secara independen dalam hal kepatuhan dan penerapan prinsip serta kriteria ISPO dapat dilalui dengan baik oleh Kelompok Tani Amanah. Tak aneh, asosiasi petani swadaya dengan anggota 500 petani ini berterima kasih kepada Asian Agri sembari berharap kerja sama terus berlangsung.

“Kami harap kerja sama praktik berkelanjutan dan pendampingan dari Asian Agri akan terus dilakukan bersama petani. Kami juga siap berbagi ilmu dengan petani lain,” kata Sunarno di Tribunnews.com.

 

Sebaliknya Asian Agri memang merasa berkewajiban untuk membantu petani. Ketika akhirnya ada program pendampingan petani yang dijalankan bersama dengan Kementerian Pertanian RI dan United Nations Development Programme (UNDP), perusahaan Sukanto Tanoto ini bersedia untuk menjalankannya.

Asian Agri mau melakukannya karena ingin secara aktif mampu menjaga lingkungan. Mereka berharap kemitraan antara petani dan perusahaan akan mampu mendorong komitmen berkelanjutan di industri kelapa sawit.

“Dengan ISPO, penerapan praktik perkebunan terbaik akan menjadi standar bagi para petani dan perusahaan pendamping untuk mendukung pemerintah mewujudkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing,” kata Direktur Asian Agri, Freddy Wijaya.

Asian Agri memang terus memperluas kerja sama dengan para petani. Sebelumnya dari 160 ribu hektare lahan perkebunan yang dimiliki, 60 ribu hektare di antaranya dikelola oleh petani plasma. Namun, perusahaan Sukanto Tanoto ini kini gencar menjalin hubungan petani swadaya. Harapannya akan ada 40 ribu hektare lahan lain yang berhasil dikelola oleh petani swadaya supaya komitmen One to One tercapai.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wisata di Cirebon – Wanawisata Ciwaringin di Cirebon

Wisata Alam Paco – Wisata di Blitar